PKPS Pariaman Dinobatkan Sebagai Raja Pasir: Kemenangan Gemilang di Piala Bola Pantai Sumbar 2025
iNews Pariaman– Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, menjadi saksi bisu sebuah gelaran olahraga yang memadukan semangat kompetisi tinggi dengan pesona alam nan memukau. Turnamen Piala Bola Pantai Sumatera Barat 2025 resmi ditutup pada Minggu (12/10/2025) dengan sebuah klimaks yang sempurna: kemenangan mutlak PKPS Pariaman yang mengangkat trofi juara usai menaklukkan rival sekotanya, Catam 06 Pariaman, dalam laga final yang memukau.
Ajang bergengsi yang berlangsung selama tiga hari, sejak 10 Oktober ini, berhasil menyedot perhatian masyarakat. Delapan tim terbaik se-Sumbar bertarung di atas pasir putih, diiringi sorak-semangat penonton yang memadati tepian pantai, membuktikan bahwa olahraga pantai telah menjadi magnet hiburan dan kebanggaan tersendiri.
Drama di Atas Pasir: Format Pertarungan yang Menantang
Turnamen ini menghadirkan format pertandingan yang menuntut kecepatan, stamina prima, dan strategi jitu. Dibagi dalam tiga babak dengan durasi singkat, setiap tim ditantang untuk beradaptasi dengan medan lapangan pasir yang lunak—sebuah tantangan yang justru menjadi daya tarik utama dan penambah keseruan. Kombinasi antara teknik sepak bola konvensional dan ketangguhan fisik di medan tidak lazim ini menjadikan setiap pertandingan tontonan yang menghibur dan tidak terduga.
Jalan Gemilang PKPS Pariaman Menuju Puncak
Perjalanan PKPS Pariaman menuju final penuh dengan dominasi. Pada babak semifinal Minggu pagi, mereka menghadapi Tuah Basamo Pasbar dengan percaya diri. Sejak kick-off pertama, PKPS langsung mengambil inisiatif menyerang. Kombinasi operan pendek yang akurat dan finishing yang tajam membuat pertahanan lawan kewalahan. Tuah Basamo, yang berusaha bertahan, akhirnya harus mengakui keunggulan tim asal Pariaman ini. Skor telak 6-1 mengantarkan PKPS ke partai puncak dengan modal percaya diri yang membubung.
Di sisi lain, semifinal kedua mempertemukan Catam 06 Pariaman dan Remaja Tarusan. Laga ini berlangsung lebih ketat, terutama di babak pertama yang sempat imbang. Namun, kematangan dan efisiensi Catam 06 dalam memanfaatkan peluang akhirnya berbicara. Mereka berhasil membongkar pertahanan Remaja Tarusan dan menutup pertandingan dengan skor 4-1. Kemenangan ini memastikan final menjadi “Derbi Pariaman”, sebuah bukti nyata dominasi klub dari daerah tersebut dalam turnamen tahun ini.
Perebutan Peringkat Ketiga yang Mencekam
Sebelum final, suasana mencekam hadir dalam laga perebutan tempat ketiga antara Tuah Basamo Pasbar dan Remaja Tarusan. Pertandingan berlangsung sengit dan penuh emosi, dengan kedudukan 3-3 bertahan hingga babak ketiga. Drama berlanjut ke extra time, di mana kedua tim berebut gol kemenangan. Di detik-detik penentu, Tuah Basamo Pasbar berhasil memecah kebuntuan dan memastikan kemenangan 4-3, mengamankan posisi ketiga dengan perjuangan yang sangat heroik.












