Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Dunia Maya Berubah Jadi Panggung Tragedi, Pria di Padang Pariaman Minum Racun Saat Live TikTok

Dunia Maya Berubah Jadi Panggung Tragedi, Pria di Padang Pariaman Minum Racun Saat Live TikTok

Shoppe Mall

Di Ujung Nyawa karena Fitnah: Kisah Pilu Pria ‘Bucin’ di Padang Pariaman yang Minum Racun Saat Live TikTok

iNews Pariaman– Dunia maya, yang seharusnya menjadi ruang berbagi kebahagiaan dan inspirasi, berubah menjadi panggung tragedi di sebuah siang di Padang Pariaman. Seorang pria berinisial F (30), dalam keputusasaan yang mendalam, meminum racun tikus di hadapan kamera live TikTok. Aksi nekat itu bukanlah sebuah pertunjukan, melainkan teriakan hati yang hancur, puncak dari tekanan mental akibat fitnah dan penghinaan yang dilancarkan oleh mantan kekasihnya. Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 21 Oktober 2025, sekitar pukul 11.30 WIB di Pasar Mudik, Nagari Lubuk Alung, ini menyisakan duka dan pelajaran mendalam tentang betapa rapuhnya jiwa yang terluka.

Dari Siaran Biasa Menjadi Ajang Penghinaan

Awalnya, hanyalah siaran langsung biasa di aplikasi TikTok. F, seperti mungkin biasa dilakukannya, berbagi momen dengan para pengikutnya. Namun, ketenangan itu berubah drastis ketika mantan kekasihnya muncul di kolom komentar. Bukan kata-kata rindu atau salam biasa yang dilontarkan, melainkan fitnah dan hinaan yang menyayat hati. Setiap kata yang tertulis di layar seakan menjadi pisau yang mengoyak harga dirinya. Dalam keadaan mental yang sudah rentan, F tidak mampu membendung serangan tersebut.

Shoppe Mall

Tak Terima Pacarnya Difitnah Mantan, Pemuda di Padang Pariaman Nekat Minum Racun saat Live TikTok - Sumbarkita.id

Baca Juga: Di Tengah Tekanan Efisiensi Anggaran, Wali Kota Pariaman Perjuangkan Kuota PKH Warga

Tragedi semakin menjadi ketika di tengah gempuran komentar negatif, muncul sebuah tantangan tak bertanggung jawab: tantangan untuk meminum racun. Dalam kondisi emosi yang kacau dan pikiran yang sudah tertutup oleh keputusasaan, F menerima tantangan itu. Ia melihatnya mungkin sebagai sebuah pelarian, atau cara untuk membuktikan sesuatu—sebuah keputusan kelam yang nyaris merenggut nyawanya.

Aksi Nekat di Depan Kamera: Racun Dibeli dan Ditelan

Dengan siaran yang masih berlangsung, F beranjak dari tempatnya. Kamera mungkin masih menangkap langkahnya yang gamang menuju sebuah kios di Pasar Mudik. Dengan sisa-sisa uang dan niat yang telah bulat, ia membeli racun tikus. Bayangkan betapa gelapnya pikiran seseorang hingga ia dengan sengaja membeli alat untuk mengakhiri hidupnya sendiri, dan itu disaksikan oleh publik maya.

Sesampainya di rumah, di depan kamera yang masih merekam, F menelan potongan-potongan racun itu. Adegan yang mencekam dan menyayat hati itu menjadi saksi bisu betapa dalamnya luka yang ia rasakan. Beruntung, sang kakak, FJ, menyadari atau mungkin diberi tahu tentang aksi adiknya. Dengan sigap, FJ menyergap dan menghentikan F. Bantuan tetangga segera dihubungi. Sebagai pertolongan pertama, sebuah tindakan darurat dilakukan: F dipaksa meminum susu untuk menetralisir racun yang sudah tertelan.

Jerat “Bucin” dan Kecenderungan Menyalahkan Diri Sendiri

Ketika kita mencoba memahami apa yang mendorong F ke tepi jurang, kata “bucin” (budak cinta) yang disampaikan oleh Bento, sahabat F, menjadi kunci yang penting. Menurut Bento, F adalah tipe orang yang selalu “bucin parah” dalam setiap hubungan asmaranya. “Dia akan memberikan segalanya dan sangat terikat emosional,” ujar Bento.

Shoppe Mall