Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Inter Milan Kandas, Chivu: Ini Bukan Akhir, Tapi Titik Awal Membangun Ulang Tim

Shoppe Mall

Inter Milan Tersingkir di Piala Dunia Antarklub 2025, Cristian Chivu Jadikan Momen sebagai Titik Awal Evaluasi Besar

iNews Pariaman- Petualangan Inter Milan di Piala Dunia Antarklub 2025 resmi berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Skuad Nerazzurri harus angkat koper setelah tersingkir di babak 16 besar usai dikalahkan Fluminense dengan skor mengejutkan. Namun di balik kekecewaan itu, Cristian Chivu, pelatih anyar Inter, memilih untuk melihat sisi positif dan menjadikan turnamen ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh menjelang musim depan.

Dalam wawancara bersama Sport Mediaset, Chivu menyampaikan bahwa turnamen ini menjadi “cermin besar” yang memperlihatkan kelemahan tim secara menyeluruh. Ia menyoroti tiga hal utama yang menurutnya menjadi penyebab kekalahan Inter: faktor kelelahan, pendekatan taktik yang kurang tepat, dan disharmoni internal yang mulai menyeruak.

Shoppe Mall

Hasil Inter Milan Vs Fluminense 0-2: Nerazzurri Keok, Tak Bisa Tembus  Thiago Silva

Baca Juga : Malaysia Incar Gelar Perdana AFF U-23, Indonesia Jadi Ujian Pertama


Dari Kandidat Juara ke Korban Kejutan: Jalan Terjal Inter di Piala Dunia Antarklub

Inter Milan datang ke turnamen ini dengan status unggulan. Mereka tampil cukup meyakinkan di fase grup dengan hasil imbang melawan Monterrey dan kemenangan atas Urawa Reds serta River Plate. Namun, performa meyakinkan itu justru runtuh di babak gugur.

Melawan Fluminense, Inter tampil dominan secara penguasaan bola, namun gagal mengkonversi peluang menjadi gol. Dua kesalahan fatal di lini pertahanan berujung gol bagi Fluminense melalui German Cano dan Hercules, sementara peluang emas Inter—termasuk tembakan Lautaro Martinez dan Federico Dimarco yang membentur mistar serta sundulan Stefan de Vrij yang melambung—gagal membuahkan hasil.

“Kami terlalu percaya diri dan mencoba bermain terlalu cantik. Padahal, dalam kondisi seperti ini, yang kami butuhkan justru kesederhanaan dan efisiensi,” ujar Chivu dengan nada reflektif.


Kelelahan Fisik dan Adaptasi Kilat Chivu

Chivu resmi mengambil alih kursi pelatih dari Simone Inzaghi hanya beberapa hari sebelum tim bertolak ke Amerika Serikat. Adaptasi kilat tentu menjadi tantangan tersendiri, terlebih ia mewarisi skuad yang kelelahan secara fisik dan emosional setelah musim panjang yang melelahkan.

“Saya datang ke sini dengan semangat belajar. Dalam tiga minggu ini, saya mengenal lebih dalam karakter para pemain. Saya melihat kekuatan mereka, kelemahan mereka, dan batas maksimal semangat yang bisa mereka keluarkan setelah musim yang berat,” ungkap mantan bek legendaris itu.

Chivu juga mengakui bahwa meskipun hasil turnamen mengecewakan, ia memilih untuk melihat gelas setengah penuh, menjadikannya fondasi untuk membangun tim yang lebih solid musim depan.


Ketegangan Internal Muncul, Lautaro Sindir Rekan Setim

Setelah laga, tensi di ruang ganti Inter meningkat. Kapten tim, Lautaro Martinez, secara terbuka menyampaikan bahwa siapa pun yang tidak sepenuh hati membela lambang klub sebaiknya angkat kaki. Pernyataan itu diduga kuat ditujukan pada Hakan Calhanoglu, yang belakangan ini santer dikaitkan dengan rumor hengkang ke Galatasaray.

Chivu merespons dengan bijak. Ia mengakui perbedaan gaya komunikasi antara dirinya dan sang kapten.

“Saya cenderung diplomatis. Tapi Lautaro berkata apa yang banyak dari kami pikirkan. Jika kami ingin bangkit, semua orang harus bekerja dalam arah yang sama,” tegas Chivu.


Musim Penuh Luka: Dari Liga hingga Turnamen Internasional

Tersingkirnya Inter dari Piala Dunia Antarklub menutup musim 2024/2025 dengan nada muram. Sebelumnya, di bawah asuhan Simone Inzaghi, Inter gagal merebut Scudetto, Coppa Italia, dan Supercoppa Italiana. Yang paling menyakitkan, mereka takluk telak dari PSG dengan skor 0-5 di final Liga Champions—kekalahan terbesar klub di partai puncak dalam dua dekade terakhir.

Kini, dengan wajah baru di kursi pelatih, Inter Milan bertekad bangkit. Chivu membawa filosofi baru yang menekankan pada disiplin, mentalitas kuat, dan harmoni dalam tim.


Bangun Ulang dari Puing: Fokus ke Musim 2025/2026

Dengan waktu pramusim yang cukup, Chivu mulai menyusun peta kekuatan baru. Ia disebut akan melakukan perombakan di lini tengah dan pertahanan, serta menempatkan kapten Lautaro sebagai poros kepemimpinan tim. Perubahan pola latihan dan pendekatan psikologis juga mulai diperkenalkan.

“Kekalahan menyakitkan, tapi juga mengajarkan. Sekarang waktunya menata kembali,” tutup Chivu.

Shoppe Mall